SentraClix
peluang usaha
DbClix

Sabtu, 09 Desember 2017

Ruko 3 Lantai 5x18 Di Lokasi Strategis Bisnis

Ruko 3 Lantai 5x18 Di Lokasi Strategis Bisnis: Ruko 3 lantai 5x18 di ruko dijual 13693861

Rp 2570000000

Harga 2M-an

Tanda jadi sebesar Rp 20.000.000,00

Cara Pembayaran :

a. Tunai (cash) dalam 1 bulan

b. In-House selama 24 kali (bulan) tanpa bunga

c. paket KPR, DP 15% diangsur 15 kali, bulan ke 16 Akad KPR

Harga sudah termasuk :

Proteksi Ciputra Life, PPN, BPHTB, AJB



Selasa, 24 Desember 2013

Asal Usul Pohon Natal


Menjelang perayaan natal, kita sebagai seorang kristiani biasanya memasang pohon natal di rumah kta masing-masing dengan hiasan yang begitu meriah. Apakah kita tahu kisah pohon natal itu?Jangan sampai kita sekedar memasang pohon natal tanpa tahu artinya.

Kisah pohon natal merupakan bagian dari riwayat hidup St. Bonifasius, yang memiliki nama asli Winfrid. St. Bonifasisu adalah seorang biarawan/misionaris. Pada waktu itu, sebagian penduduk Eropa Utara dan Tengah masih belum mendengar tentang “Kabar Gembira”. St Bonifasius menjadi Uskup di Jerman. Tantangan terbesarnya menjadi uskup adalah melenyapkan takhayul kafir yang menghambat diterimanya Injil dan pertobatan penduduk.
Suatu ketika St. Bonifasius melintasi hutan dengan menyusur suatu jalan setapak Romawi kuno pada suatu malam natal bersama rombaongan pengikutnya yang setia. Salju menyelimuti permukaan tanah dan udara begitu dingin menggigit sehingga di antara mereka mengusulkan kepada St. Bonifasius untuk segera berkemah. St. Bonifasius mendorong mereka untuk terus maju dengan berkata,” “Ayo, saudara-saudara, majulah sedikit lagi. Sinar rembulan menerangi kita sekarang ini dan jalan setapak enak dilalui. Aku tahu bahwa kalian capai; dan hatiku sendiri pun rindu akan kampung halaman di Inggris, di mana orang-orang yang aku kasihi sedang merayakan Malam Natal. Oh, andai saja aku dapat melarikan diri dari lautan Jerman yang liar dan berbadai ganas ini ke dalam pelukan tanah airku yang aman dan damai! Tetapi, kita punya tugas yang harus kita lakukan sebelum kita berpesta malam ini. Sebab sekarang inilah Malam Natal, dan orang-orang kafir di hutan ini sedang berkumpul dekat pohon Oak Geismar untuk memuja dewa mereka, Thor; hal-hal serta perbuatan-perbuatan aneh akan terjadi di sana, yang menjadikan jiwa mereka hitam. Tetapi, kita diutus untuk menerangi kegelapan mereka; kita akan mengajarkan kepada saudara-saudara kita itu untuk merayakan Natal bersama kita karena mereka belum mengenalnya. Ayo, maju terus, dalam nama Tuhan!”
  Mereka pun terus berjalan karena dikobarkan semangat kata-kata St. Bonifasius. Di perjalanan, mereka melihat rumah-rumah yang gelap dan kosong. Mereka berjalan terus dan tiba di suatu tanah lapang di tengah hutan, dan di sana tampaklah pohon Oak Kilat Geismar yang keramat. St. Bonifasius berseru sembari mengacungkan tongkat uskup berlambang salib di atasnya, “di sinilah pohon oak Kilat; dan di sinilah salib Kistus akan mematahkan palu sang dewa kafir Thor.”
Di dekat pohon Oat itu, ada api unggun yang besar. Warga desa mengelilingi api unggun menghadap ke pohon keramat itu. St. Bonifasius dan para pengikutnya mendekati api unggun dan menyela pertamuan mereka,”Salam, wahai putera-putera hutan! Seorang asing mohon kehangatan api unggunmu di malam yang dingin. “Aku saudaramu, saudara bangsa German, berasal dari Wessex, di seberang laut. Aku datang untuk menyampaikan salam dari negeriku, dan menyampaikan pesan dari Bapa-Semua, yang aku layani.”
Pendeta tua dewa Thor, Hunrad, menyambut mereka. Hunrad kemudian melanjutkan ritual persembahannya dan berkata,“Berdirilah di sini, saudara-saudara, dan lihatlah apa yang membuat dewa-dewa mengumpulkan kita di sini! Malam ini adalah malam kematian dewa matahari, Baldur yang Menawan, yang dikasihi para dewa dan manusia. Malam ini adalah malam kegelapan dan kekuasaan musim dingin, malam kurban dan kengerian besar. Malam ini Thor yang agung, dewa kilat dan perang, kepada siapa pohon oak ini dikeramatkan, sedang berduka karena kematian Baldur, dan ia marah kepada orang-orang ini sebab mereka telah melalaikan pemujaan kepadanya. Telah lama berlalu sejak sesaji dipersembahkan di atas altarnya, telah lama sejak akar-akar pohonnya yang keramat disiram dengan darah. Sebab itu daun-daunnya layu sebelum waktunya dan dahan-dahannya meranggas hingga hampir mati. Sebab itu, bangsa-bangsa Slav dan Saxon telah mengalahkan kita dalam pertempuran. Sebab itu, panenan telah gagal, dan gerombolan serigala memporak-porandakan kawanan ternak, kekuatan telah menjauhi busur panah, gagang-gagang tombak menjadi patah, dan babi hutan membinasakan pemburu. Sebab itu, wabah telah menyebar di rumah-rumah tinggal kalian, dan jumlah mereka yang tewas jauh lebih banyak daripada mereka yang hidup di seluruh dusun-dusunmu. Jawablah aku, hai kalian, tidakkah apa yang kukatakan ini benar?” Orang-orang menggumamkam persetujuan mereka dan mulai memanjapuji-pujian kepada Thor.
Ketika suara-suara itu telah reda, Hunrad mengumumkan, “Tak satu pun dari hal-hal ini yang menyenangkan dewa. Semakin berharga persembahan yang akan menghapuskan dosa-dosa kalian, semakin berharga embun merah yang akan memberi hidup baru bagi pohon darah yang keramat ini. Thor menghendaki persembahan kalian yang paling berharga dan mulia.”       

Dengan itu, Hunrad menghampiri anak-anak, yang dikelompokkan tersendiri di sekeliling api unggun. Ia memilih seorang anak laki-laki yang paling elok, Asulf, putera Duke Alvold dan isterinya, Thekla, lalu memaklumkan bahwa anak itu akan dikurbankan untuk pergi ke Valhalla guna menyampaikan pesan rakyat kepada Thor. Orang tua Asulf terguncang hebat. Tetapi, tak seorang pun berani berbicara.

Hunrad menggiring anak itu ke sebuah altar batu yang besar antara pohon oak dan api unggun. Ia mengenakan penutup mata pada anak itu dan menyuruhnya berlutut dan meletakkan kepalanya di atas altar batu. Orang-orang bergerak mendekat, dan St. Bonifasius menempatkan dirinya dekat sang pendeta. Hunrad kemudian mengangkat tinggi-tinggi palu dewa Thor keramat miliknya yang terbuat dari batu hitam, siap meremukkan batok kepala Asulf yang kecil dengannya. Sementara palu dihujamkan, St. Bonifasius menangkis palu itu dengan tongkat uskupnya sehingga palu terlepas dari tangan Hunrad dan patah menjadi dua saat menghantam altar batu. Suara decak kagum dan sukacita membahana di udara. Thekla lari menjemput puteranya yang telah diselamatkan dari kurban berdarah itu lalu memeluknya erat-erat.  

St. Bonifasius, dengan wajahnya bersinar, berbicara kepada orang banyak, “Dengarlah, wahai putera-putera hutan! Tidak akan ada darah mengalir malam ini. Sebab, malam ini adalah malam kelahiran Kristus, Putera Bapa Semua, Juruselamat umat manusia. Ia lebih elok dari Baldur yang Menawan, lebih agung dari Odin yang Bijaksana, lebih berbelas kasihan dari Freya yang Baik. Sebab Ia datang, kurban disudahi. Thor, si Gelap, yang kepadanya kalian berseru dengan sia-sia, sudah mati. Jauh dalam bayang-bayang Niffelheim ia telah hilang untuk selama-lamanya. Dan sekarang, pada malam Kristus ini, kalian akan memulai hidup baru. Pohon darah ini tidak akan menghantui tanah kalian lagi. Dalam nama Tuhan, aku akan memusnahkannya.” St. Bonifasius kemudian mengeluarkan kapaknya yang lebar dan mulai menebas pohon. Tiba-tiba terasa suatu hembusan angin yang dahsyat dan pohon itu tumbang dengan akar-akarnya tercabut dari tanah dan terbelah menjadi empat bagian.

Di balik pohon oak raksasa itu, berdirilah sebatang pohon cemara muda, bagaikan puncak menara gereja yang menunjuk ke surga. St. Bonifasius kembali berbicara kepada warga desa, “Pohon kecil ini, pohon muda hutan, akan menjadi pohon kudus kalian mulai malam ini. Pohon ini adalah pohon damai, sebab rumah-rumah kalian dibangun dari kayu cemara. Pohon ini adalah lambang kehidupan abadi, sebab daun-daunnya senantiasa hijau. Lihatlah, bagaimana daun-daun itu menunjuk ke langit, ke surga. Biarlah pohon ini dinamakan pohon kanak-kanak Yesus; berkumpullah di sekelilingnya, bukan di tengah hutan yang liar, melainkan dalam rumah kalian sendiri; di sana ia akan dibanjiri, bukan oleh persembahan darah yang tercurah, melainkan persembahan-persembahan cinta dan kasih.”  

Maka, mereka mengambil pohon cemara itu dan membawanya ke desa. Duke Alvold menempatkan pohon di tengah-tengah rumahnya yang besar. Mereka memasang lilin-lilin di dahan-dahannya, dan pohon itu tampak bagaikan dipenuhi bintang-bintang. Lalu, St. Bonifasius, dengan Hundrad duduk di bawah kakinya, menceritakan kisah Betlehem, Bayi Yesus di palungan, para gembala, dan para malaikat. Semuanya mendengarkan dengan takjub. Si kecil Asulf, duduk di pangkuan ibunya, berkata, “Mama, dengarlah, aku mendengar para malaikat itu bernyanyi dari balik pohon.” Sebagian orang percaya apa yang dikatakannya benar; sebagian lainnya mengatakan bahwa itulah suara nyanyian yang dimadahkan oleh para pengikut St. Bonifasius, “Kemuliaan bagi Allah di tempat mahatinggi, dan damai di bumi; rahmat dan berkat mengalir dari surga kepada manusia mulai dari sekarang sampai selama-lamanya.”


Seperti pohon natal (cemara) melambangkan hidup kekal, sebab pada musim salju umumnya semua pohon rontok daunnya, kecuali pohon cemara yang daunnya selalu hijau. Pohon cemara juga dapatmenjadi rumah bagi 25000 ekorserangga. Mereka seharusnya berhibernasi di musim dingin, namun dengan keberadaan pohon cemara, serangga tertsebut tetap tinggal dan berkembang niak di pohon tersebut. Pohon natal bagi kita adalah symbol agar kehidupan rohani kita selalu bertumbuh dan menjadi saksi yang indah bagi orang.

Selamat Hari Natal Semoga Sang Raja Damai hadir dalam hati kita masing-masing…

Sumber : yesaya.indocell.net dan wikipedia

Minggu, 28 Oktober 2012

Novena Tiga Salam Maria

"Doakanlah doa ini selama 3X hari berturut-turut.
Dan jika permohonan anda berat, lakukanlah novena ini 9x berturut-turut."



Bunda Maria, Perawan yang berkuasa, bagimu tidak ada sesuatu yang tak mungkin, karena kuasa yang dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa kepadamu. Dengan sangat aku mohon pertolonganmu dalam kesulitanku ini, janganlah hendaknya engkau meninggalkan aku, sebab aku yakin engkau pasti dapat menolong, meski dalam perkara yang sulit, yang sudah tidak ada harapannya, engkau tetap menjadi pengantara bagi Puteramu.

Baik keluhuran Tuhan dan penghormatanku kepadamu maupun keselamatan jiwaku akan bertambah seandainya engkau sudi mengabulkan segala permohonanku ini. Karenanya, kalau permohonanku ini benar-benar selaras dengan kehendak Puteramu, dengan sangat aku mohon, o Bunda, sudilah meneruskan segala permohonanku ini ke hadirat Puteramu, yang pasti tak akan menolakmu.

Pengharapanku yang besar ini, berdasarkan atas kuasa yang tak terbatas yang dianugerahkan oleh Allah Bapa kepadamu. Dan untuk menghormati besarnya kuasamu itu, aku berdoa bersama dengan St.Mechtildis yang kau beritahukan tentang kebaikan doa "Tiga Salam Maria", yang sangat besar manfaatnya itu.

Salam Maria ... (3X)
Bunda Maria yang baik hati, jauhkanlah aku dari dosa-dosa berat.

Perawan Suci yang disebut Tahta Kebijaksanaan, karena Sabda Allah tinggal padamu, engkau dianugerahi pengetahuan Ilahi yang tak terhingga oleh Puteramu, sebagai makhluk yang paling sempurna untuk dapat menerimanya.

Engkau tahu betapa besar kesulitan yang kuhadapin ini, betapa besar pengharapanku akan pertolonganmu. Dengan penuh kepercayaan akan tingginya kebijaksanaanmu, aku menyerahkan diriku seutuhnya kepadamu, supaya engkau dapat mengatur dengan segala kesanggupan dan kebaikan budi, demi keluhuran Tuhan dan keselamatan jiwaku. Sudilah kiranya Bunda dapat menolong dengan segala cara yang paling tepat untuk terkabulnya permohonanku ini.

Bunda Maria, Bunda Kebijaksanaan Ilahi, sudilah kiranya Bunda berkenan mengabulkan permohonanku yang mendesak ini. Aku memohon berdasarkan atas kebijaksanaanmu yang tiada bandingnya, yang dikaruniakan oleh Puteramu melalui Sabda Ilahi kepadamu.

Bersama dengan St. Antonius dari Padua dan St. Leonardus dari Porto Mauritio, yang rajin mewartakan tentang devosi "Tiga Salam Maria" aku berdoa untuk menghormati kebijaksanaanmu yang tiada taranya itu

Salam Maria ... (3X)
Bunda Maria yang baik hati, jauhkanlah aku dari dosa-dosa berat.

Bunda yang baik dan lembut hati, Bunda Kerahiman Sejati yang akhir-akhir ini disebut sebagai "Bunda yang penuh belas kasih", aku datang padamu, memohon dengan sangat, sudilah kiranya Bunda memperlihatkan belas kasihmu kepadaku. Makin besar kepapaanku, makin besar pula belas kasihmu kepadaku. Aku tahu, bahwa aku tidak pantas mendapat karunia itu. Sebab seringkali aku menyedihkan hatimu dengan menghina Puteramu yang kudus itu. Betapapun besarnya kesalahanku, namun aku sangat menyesal telah melukai Hati Kudus Yesus dan hatikudusmu.

Engkau memperkenalkan diri sebagai "Bunda para pendosa yang bertobat" kepada St.Brigitta, maka ampunilah kiranya segala kurang rasa terima kasihku padamu. Ingatlah akan keluhuran Puteramu saja serta kerahiman dan kebaikan hatimu yang terpancar dengan mengabulkan permohonanku ini melalui perantaraan Puteramu.

Bunda Perawan yang penuh kebaikan serta lembut dan manis, belum pernah ada orang yang datang padamu dan memohon pertolongamu engkau biarkan begitu saja. Atas kerahiman dan kebaikanmu, aku berharap dengan sangat, agar aku dianugerahi Roh Kudus. Dan demi keluhuranmu, bersama St. Alfonsus Ligouri, rasul kerahimanmu serta pengajar devosi "Tiga Salam Maria", aku berdoa untuk menghormati kerahimanmu dan kebaikanmu.

Salam Maria ... (3X)
Bunda Maria yang baik hati, jauhkanlah aku dari dosa-dosa berat.

Kamis, 06 September 2012

NOVENA SANTO YUDAS TADEUS (Pelindung dalam Perkara yang Tidak Ada Harapannya Lagi)


“Didoakan saat masalah datang atau apabila seseorang tampak kehilangan semua bantuan yang ada, untuk yang hampir tidak ada jalan keuarnya.”

Rasul yang suci  SANTO YUDAS TADEUS, pelayan dan sahabat Yesus yang setia, gereja semesta menghormati dan memohon padaMu sebagai penolong dari masalah-masalah yang tidak ada jalan keluarnya. Doakanlah daku karena merasa sendirian dan tidak mempunyai penolong. Aku mohon kepadaMu, gunakanlah kekuatan khusus yang diberikan untuk memberikan kepadaku bantuan nyata dan sesegera mungkin di saat aku merasa bantuan itu hampir tidak ada. Dampingilah aku dalam kebutuhanku, masalah dan penderitaanku khususnya ………………………………………………(sebut permintaan anda) sehingga aku akan memuji Tuhan bersamamu dan semua orang terpilih selamanya.
Aku berjanji, oh SANTO YUDAS TADEUS, untuk mengingat bantuan besar ini, selalu menghormatimu sebagai Rasul yang istimewa dan perkasa dan untuk mengingatkan devosi kepadamu. Amin

SANTO YUDAS TADEUS berdoa untuk kita dan mendengarkan doa kita.
Amin.
Terberkatilah HATI KUDUS YESUS, terberkatilah HATI MARIA YANG TAK BERNODA.
Terberkatilah SANTO YUDAS TADEUS di seluruh bumi dan selalu sepanjang masa
Amin

Selasa, 31 Juli 2012

Cinta dalam Sudut Rumput dan Kuda

Ini adalah inspirasi yang muncul ketika sekelompok orang-orang dengan tujuan yang tidak jelas sedang memperbincangkan cinta. Dan ini adalah pandangan mereka tentang cinta.

Cinta itu terlalu rumit saat dijelaskan dalam kata-katanya sendiri, sehingga hanya orang-orang yang dekat dengan cinta dan yang pernah merasakan cintalah yang dapat menjelaskanya. Itupun akan dijelaskan sesuai dengan sudut pandang masing-masing sesuai dengan pengalamannya bersama cinta itu sendiri. Cinta tidak dapat dijelaskan secara utuh dan penuh. Jika pernah tersakiti dengan cinta, maka cinta akan diibaratkan dengan sesuatu yang dapat melukai, namun jika merasakan pengalaman yang indah dengan cinta, maka ia akan dijelaskan dengan begitu indah dengan kata-kata yang merayu di dalamnya.

Dan inilah sudut pandangnya : Lets see
Orang biasanya mengibaratkan cinta seperti rumput dan kuda (atau hewan lain; yang penting makan rumputlah). Wanita adalah rumputnya dan pria adalah kudanya. Wanita biasa berpikir bahwa kudalah yang harus mencari rumput, bukan rumput yang mencari kuda. Bagaimana bisa rumput yang diam tertanam di tanah dapat mencari kuda yang ingin memakannya??? Impossible!!!! 
Hal inilah yang sedang terjadi belakangan ini pada wanita. Mereka enggan untuk mencari pria yang dicintainya. Dengan kata lain, mereka tidak mau jika mereka yang mengatakan cinta kepada sang pria. Sang prialah yang harus mengatakan cintanya pada sang wanita, urusan diterima atau tidak, itu tergantung wanita. Gengsi?? Mungkin....

Jika dilihat dengan keseluruhan, keadaannya tidak harus demikian. Kita lihat dari sudut pandang yang berbeda. Misalnya jika kuda tersebut adalah kuda peliharaan kesayangan yang menghabiskan waktu santainya di dalam sebuah kandang. Bagaimana ia akan mencari rumput untuk dimakannya? Yang ada adalah gembala kuda tersebut yang akan mencarikan rumput yang terbaik untuk dimakan oleh kuda kesayangannya. Sementara sang kuda berleha-leha dalam kandang manjanya. Dalam situasi ini, kuda akan memakan rumput yang dirasanya enak dan membiarkan rumput yang lain terhambur begitu saja di lantai, bercampur dengan kotoran dan akhirnya akan dihempaskan ketika kandang dibersihkan. 

Gembala yang ada ini kita anggap saja sebagai perantara, atau mak comblanglah...

  Apa yang akan dilakukan oleh rumput jika ia tidak dipilih oleh gembala untuk dipotong dan dibawa kepada  kuda peliharaannya?? Akan tumbuh menjulang tinggi, tua, mati, dan dibakar?? Atau akan dimakan oleh kuda lain yang liar yang sebenarnya rumputpun tak ingin jika kuda tersebut yang memakannya??? Atau apa?? Terserah alam yang menentukan seiring berjalannya waktu....

Dari sisi yang berbeda lagi. Kita anggap bahwa kuda kesayangan tidak memiliki kandang namun dilepas begitu saja dalam padang rumput. Mungkin inilah yang diharapkan, diharapkan oleh rumput maupun kuda. 
Dalam keadaan ini, pasti sang rumput akan mengatakan bahwa yang dikatakan sebelumnya adalah benar bahwa kudalah yang akan mencari rumput. Ya, itu benar. 

Benar dari sisi mananya?? Bahwa kudalah yang mendekati rumput. Itu tidak bisa dipungkiri.
Namun harus dasadari bahwa kuda tidak akan memakan semua rumput yang ada di sekitanya. Ia akan memakan rumput yang dapat ia makan dan sesuai seleranya. Sisanya akan ditinggalkan dan akan diinjak begitu saja. Dan yang harus disadari juga bahwa kuda yang datang mendekati rumput beraneka ragam jenisnya dan ia akan mendekati rumput yang ia senangi dan memakannya, bukan mengambilnya lalu membawanya pulang untuk hiasan di kandangnya. Kuda yang mendekati rumput selalu yang diinginkan oleh sang rumput?? Pasti tidakkkkkk..

Jadi apa yang harus dilakukan?? 
Yang harus dilakukan adalah merubah pandangan yang lama bahwa kuda yang harus mencari rumput. Yang harus diketahui bahwa keduanya saling membutuhkan. Kuda butuh rumput untuk makanannya dan rumput butuh kuda untuk dimakan agar ia berguna. Jika kuda tidak makan rumput, ia akan sakit dan akhirnya mati. begitu juga sebaliknya, jika rumput tidak dimakan kuda, ia akan tumbuh, kering, mati, dan dibakar orang.

Intinya adalah saling membutuhkan. 

Temukanlah cintamu dan katakanlah padanya sebelum terlambat, dibantu untuk menemukan atau tidak itu urusan belakangan. Bukan gengsi yang akan merasakan cinta, tapi dirimu...

Dan bagi yang sudah menemukannya, nikmatilah mencintai dan dicintai, maka semuanya akan indah.. ^_^

#Just Share.....
Zee-Moeroeck n The Apsszz

 
Powered by Blogger